Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Biodata dan Profil Lengkap Joko Widodo


Biodata dan Profil Lengkap Joko Widodo

Kali ini saya akan menyajikan Biodata dan Profil Lengkap Joko Widodo pemimpin yang satu ini memang slalu menarik perhatian masyarakat. Kehidupanya yang penuh dengan lika liku kehidupan masa kecilnya yang di hantui dengan kemiskinan membuat dia berusaha lebih dan lebih baik lagi. Di Bawah ini adalah Biodata dan Profil lengkap Joko Widodo.

Ir. H. Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961; umur 52 tahun), atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi, adalah Gubernur DKI Jakarta terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2012. Ia merupakan gubernur ke-17 yang memimpin ibu kota Indonesia.Sebelumnya, Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015, namun baru 2 tahun menjalani periode keduanya, ia mendapat amanat dari warga Jakarta untuk memimpin Ibukota Negara. Dalam masa jabatannya di Solo, ia didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.


Masa Kecil
Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Dengan kesulitan hidup yang dialami, ia terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai pekerjaan menggergaji di umur 12 tahun. Penggusuran yang dialaminya sebanyak tiga kali di masa kecil mempengaruhi cara berpikirnya dan kepemimpinannya kelak setelah menjadi Walikota Surakarta saat harus menertibkan pemukiman warga.

Masa kuliah dan berwirausaha
Dengan performa akademis yang dimiliki, ia diterima di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Selepas kuliah, ia bekerja di BUMN, namun tak lama memutuskan keluar dan memulai usaha dengan menjaminkan rumah kecil satu-satunya, dan akhirnya berkembang sehingga membawanya bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang populer hingga kini, Jokowi. Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya.

Karier politik  

Wali Kota Surakarta  
Dengan berbagai pengalaman di masa muda, ia mengembangkan Solo yang buruk penataannya dan berbagai penolakan masyarakat untuk ditertibkan. Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas luar negeri.
Rebranding Solo 
Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya.[12] Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran. 

 

Mendamaikan Keraton Surakarta 
Pada tanggal 11 Juni 2004, Paku Buwono XII wafat tanpa sempat menunjuk permaisuri maupun putera mahkota, sehingga terjadi pertentangan antara kedua putranya, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan (SDISKS) Paku Buwono XIII dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan. Selama tujuh tahun ada dua raja yang ditunjuk oleh kedua pihak di dalam satu Keraton.Konflik ini akhirnya mendorong campur tangan pemerintah Republik Indonesia dengan menawarkan dualisme kepemimpinan, dengan Paku Buwono XIII sebagai Raja dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai wakil atau Mahapatih. Penandatanganan kesepahaman ini didukung oleh empat perwakilan menteri, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pekerjaan Umum serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun konflik belum selesai karena beberapa keluarga keraton masih menolak penyatuan ini. Puncaknya adalah penolakan atas Raja dan Mahapatih untuk memasuki Keraton pada tanggal 25 Mei 2012. Keduanya dicegat di pintu utama Keraton di Korikamandoengan. Jokowi akhirnya berperan menyatukan kembali perpecahan ini setelah delapan bulan menemui satu per satu pihak keraton yang terlibat dalam pertentangan. Pada tanggal 4 Juni 2012 akhirnya Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan berakhirnya konflik Keraton Surakarta yang didukung oleh pernyataan kesediaan melepas gelar oleh Panembahan Agung Tedjowulan, serta kesiapan kedua keluarga untuk melakukan rekonsiliasi.
Penghargaan 


Penghargaan
Atas prestasinya, oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008".Kebetulan di majalah yang sama pula, Basuki Tjahaja Purnama, atau akrab dengan panggilan Ahok pernah terpilih pula dalam "10 Tokoh 2006" atas jasanya memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan di Belitung Timur. Ahok kemudian akan menjadi pendampingnya di Pilgub DKI tahun 2012.Pada tanggal 12 Agustus 2011, ia juga mendapat penghargaan Bintang Jasa Utama untuk prestasinya sebagai kepala daerah mengabdikan diri kepada rakyat. Bintang Jasa Utama ini adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga negara sipil. . Pada Januari 2013, Joko Widodo dinobatkan sebagai wali kota terbaik ke 3 di dunia atas keberhasilannya dalam memimpin Surakarta sebagai kota seni dan budaya, kota paling bersih dari korupsi, serta kota yang paling baik penataannya 


Saya pun sangat mendukung tokoh yang satu ini, semenjak saya pertama kali melihat sosok satu ini di televesi saya pun jatuh cinta padanya  melihat sesosok pemimpin yang beribawa dan dekat dengan masyarata golongan menengah kebawah. Mungkin jokowi adalah salah satu sosok yang di butuhkan masyarakat saat ini yang haus akan kepemimpinan yang bersih jujur dan transparan.

 

 

Sumber : google dan wikipedia

Baca selengkapnya.....

Biodata Profil Lengkap Erick Thohir si Pengusaha Muda


Biodata Profil Lengkap Erick Thohir-


Berikut ini dalah biodata dan profil lengkap si pengusaha muda Erick Thohir

Nama Lengkap: Erick Thohir Alias: Erick | Thohir Profesi: Pengusaha Agama: Islam Tanggal Lahir : 30 Mei 1970 Tempat Lahir: Jakarta Warga Negara : Indonesia Pendidikan: Glendale University (Bachelor of Arts), Universitas Nasional California (Master of Business Administration) Ayah: Teddy Thohir Saudara: Boy Thohir, Rika Biografi Erick Thohir lahir di Jakarta, Indonesia, 30 Mei 1970 adalah seorang pengusaha asal Indonesia, salah satu pendiri Mahaka Media dan pemilik klub sepak bola Italia Inter Milan. Erick adalah anak dari Teddy Thohir, salah satu pemilik grup Astra International bersama William Soeryadjaya. Saudaranya, Boy Thohir, adalah seorang bankir investasi. Ia juga memiliki kakak perempuan bernama Rika. Pada tahun 1993 Erick lulus dari program Master untuk Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, sebelumnya ia memperoleh gelar sarjana di (Bachelor of Arts) diperoleh dari Glendale University. Setelah kembali ke Indonesia, bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy, ia mendirikan Mahaka Group. Perusahaan yang dipimpinnya membeli Republika pada tahun 2001 saat berada di ambang kebangkrutan. Saat itu Ercick belum berpengalaman di bisnis media, ia mendapat bimbingan dari ayahnya serta Jakob Oetama dari Kompas dan Dahlan Iskan dari Jawa Pos. Erick menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, ia kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini. Selanjutany, Mahaka Group membeli Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia dengan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Media ini kemudian dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media. Erick juga tercatat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN). Hingga 2009, Grup Mahaka telah berkembang dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. Sementara untuk bisnis media surat kabar: Sin Chew Indonesia dan Republika, Stasiun TV: JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio. Selain di bidang media Erick juga memiliki usaha dibidang periklanan, jual-beli tiket, serta desain situs web. Ia juga pendiri organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan “Dompet Dhuafa Republika” serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup, dan Beyond Media. Erick dikenal sebagai prang yang gemar olah raga bola basket, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Southeast Asian Basketball Association (SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan 2010–2014. Tahun 2012 Erick dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Tahun 2012, Thohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. Transaksi ini membuat dirinya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah ia membeli saham dari Philadelphia 76ers. Tahun 2013, Erick menawarkan dana sejumlah 250 hingga 300 juta Euro (2,8-3,2 triliun Rupiah) untuk membeli 80 persen saham dari klub sepak bola Italia Inter Milan setelah berdiskusi dengan pemiliknya, Massimo Moratti. Meskipun ia dan Moratti tidak mengakui bahwa pertemuan mereka berkaitan tentang rencana pembelian saham Internazionale Milano, namun sejumlah media di Italia mengabarkan bahwa Thohir sudah selangkah lagi mendapatkan 70% saham Inter. Pada hari Selasa, 15 Oktober 2013, Inter sudah resmi milik Erick Thohir. Thohir memiliki 70 persen saham Inter. Tidak disebutkan berapa nilai keseluruhan saham yang diakuisisi Thohir tersebut, namun kabarnya Thohir dan konsorsiumnya mengeluarkan dana sebesar Rp3,9 triliun untuk akuisisi tersebut. Pada hari Jum’at, 15 November 2013, Thohir resmi menjabat sebagai presiden klub Inter Milan yang baru menggantikan Moratti, sementara Moratti menjadi Presiden Kehormatan Inter.

Read more at http://uniqpost.com/profil/erick-thohir/
Nama Lengkap: Erick Thohir Alias: Erick | Thohir Profesi: Pengusaha Agama: Islam Tanggal Lahir : 30 Mei 1970 Tempat Lahir: Jakarta Warga Negara : Indonesia Pendidikan: Glendale University (Bachelor of Arts), Universitas Nasional California (Master of Business Administration) Ayah: Teddy Thohir Saudara: Boy Thohir, Rika Biografi Erick Thohir lahir di Jakarta, Indonesia, 30 Mei 1970 adalah seorang pengusaha asal Indonesia, salah satu pendiri Mahaka Media dan pemilik klub sepak bola Italia Inter Milan. Erick adalah anak dari Teddy Thohir, salah satu pemilik grup Astra International bersama William Soeryadjaya. Saudaranya, Boy Thohir, adalah seorang bankir investasi. Ia juga memiliki kakak perempuan bernama Rika. Pada tahun 1993 Erick lulus dari program Master untuk Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, sebelumnya ia memperoleh gelar sarjana di (Bachelor of Arts) diperoleh dari Glendale University. Setelah kembali ke Indonesia, bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy, ia mendirikan Mahaka Group. Perusahaan yang dipimpinnya membeli Republika pada tahun 2001 saat berada di ambang kebangkrutan. Saat itu Ercick belum berpengalaman di bisnis media, ia mendapat bimbingan dari ayahnya serta Jakob Oetama dari Kompas dan Dahlan Iskan dari Jawa Pos. Erick menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, ia kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini. Selanjutany, Mahaka Group membeli Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia dengan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Media ini kemudian dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media. Erick juga tercatat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN). Hingga 2009, Grup Mahaka telah berkembang dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. Sementara untuk bisnis media surat kabar: Sin Chew Indonesia dan Republika, Stasiun TV: JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio. Selain di bidang media Erick juga memiliki usaha dibidang periklanan, jual-beli tiket, serta desain situs web. Ia juga pendiri organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan “Dompet Dhuafa Republika” serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup, dan Beyond Media. Erick dikenal sebagai prang yang gemar olah raga bola basket, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Southeast Asian Basketball Association (SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan 2010–2014. Tahun 2012 Erick dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Tahun 2012, Thohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. Transaksi ini membuat dirinya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah ia membeli saham dari Philadelphia 76ers. Tahun 2013, Erick menawarkan dana sejumlah 250 hingga 300 juta Euro (2,8-3,2 triliun Rupiah) untuk membeli 80 persen saham dari klub sepak bola Italia Inter Milan setelah berdiskusi dengan pemiliknya, Massimo Moratti. Meskipun ia dan Moratti tidak mengakui bahwa pertemuan mereka berkaitan tentang rencana pembelian saham Internazionale Milano, namun sejumlah media di Italia mengabarkan bahwa Thohir sudah selangkah lagi mendapatkan 70% saham Inter. Pada hari Selasa, 15 Oktober 2013, Inter sudah resmi milik Erick Thohir. Thohir memiliki 70 persen saham Inter. Tidak disebutkan berapa nilai keseluruhan saham yang diakuisisi Thohir tersebut, namun kabarnya Thohir dan konsorsiumnya mengeluarkan dana sebesar Rp3,9 triliun untuk akuisisi tersebut. Pada hari Jum’at, 15 November 2013, Thohir resmi menjabat sebagai presiden klub Inter Milan yang baru menggantikan Moratti, sementara Moratti menjadi Presiden Kehormatan Inter.

Read more at http://uniqpost.com/profil/erick-thohir/

Nama Lengkap : Erick Thohir
Alias : Erick | Thohir
Agama : Islam
Profesi : Pengusaha
Warga Negara : Indonesia
Tanggal Lahir : 30 Mei 1970
Tempat Lahir: Jakarta
Pendidikan: Glendale University (Bachelor of Arts), Universitas Nasional California (Master of Business Administration)
Ayah : Teddy Thohir
Saudara : Boy Thohir, Rika

Biografi

Erick Thohir lahir di Jakarta, Indonesia, 30 Mei 1970 adalah seorang pengusaha asal Indonesia,  salah satu pendiri Mahaka Media dan pemilik klub sepak bola Italia Inter Milan. Erick adalah anak dari Teddy Thohir, salah satu pemilik grup Astra International bersama William Soeryadjaya. Saudaranya, Boy Thohir, adalah seorang bankir investasi. Ia juga memiliki kakak perempuan bernama Rika.
Pada tahun 1993 Erick lulus dari program Master untuk Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, sebelumnya ia memperoleh gelar sarjana di (Bachelor of Arts) diperoleh dari Glendale University.
Setelah kembali ke Indonesia, bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy, ia mendirikan Mahaka Group. Perusahaan yang dipimpinnya membeli Republika pada tahun 2001 saat berada di ambang kebangkrutan. Saat itu Ercick belum berpengalaman di bisnis media, ia mendapat bimbingan dari ayahnya serta Jakob Oetama dari Kompas dan Dahlan Iskan dari Jawa Pos.
Erick menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, ia kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini.
Selanjutany, Mahaka Group membeli Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia dengan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Media ini kemudian dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media.
Erick juga tercatat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN). Hingga 2009, Grup Mahaka telah berkembang dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest.  Sementara untuk bisnis media surat kabar: Sin Chew Indonesia dan Republika,  Stasiun TV: JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio. Selain di bidang media Erick juga memiliki usaha dibidang periklanan, jual-beli tiket, serta desain situs web. Ia juga pendiri organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan “Dompet Dhuafa Republika” serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup, dan Beyond Media.
Erick dikenal sebagai prang yang gemar olah raga bola basket, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Southeast Asian Basketball Association (SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan 2010–2014. Tahun 2012 Erick dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Tahun 2012, Thohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. Transaksi ini membuat dirinya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah ia membeli saham dari Philadelphia 76ers.
Tahun 2013, Erick menawarkan dana sejumlah 250 hingga 300 juta Euro (2,8-3,2 triliun Rupiah) untuk membeli 80 persen saham dari klub sepak bola Italia Inter Milan setelah berdiskusi dengan pemiliknya, Massimo Moratti.
Meskipun ia dan Moratti tidak mengakui bahwa pertemuan mereka berkaitan tentang rencana pembelian saham Internazionale Milano, namun sejumlah media di Italia mengabarkan bahwa Thohir sudah selangkah lagi mendapatkan 70% saham Inter.
Pada hari Selasa, 15 Oktober 2013, Inter sudah resmi milik Erick Thohir. Thohir memiliki 70 persen saham Inter. Tidak disebutkan berapa nilai keseluruhan saham yang diakuisisi Thohir tersebut, namun kabarnya Thohir dan konsorsiumnya mengeluarkan dana sebesar Rp3,9 triliun untuk akuisisi tersebut.
Pada hari Jum’at, 15 November 2013, Thohir resmi menjabat sebagai presiden klub Inter Milan yang baru menggantikan Moratti, sementara Moratti menjadi Presiden Kehormatan Inter.

Gimana sangat mengagumkan bukan ini patut kita contoh, tapi juga menurut saya salah satu yang mendukung dia menjadi seperti saat ini adalah ayahnya.
Nama Lengkap: Erick Thohir Alias: Erick | Thohir Profesi: Pengusaha Agama: Islam Tanggal Lahir : 30 Mei 1970 Tempat Lahir: Jakarta Warga Negara : Indonesia Pendidikan: Glendale University (Bachelor of Arts), Universitas Nasional California (Master of Business Administration) Ayah: Teddy Thohir Saudara: Boy Thohir, Rika Biografi Erick Thohir lahir di Jakarta, Indonesia, 30 Mei 1970 adalah seorang pengusaha asal Indonesia, salah satu pendiri Mahaka Media dan pemilik klub sepak bola Italia Inter Milan. Erick adalah anak dari Teddy Thohir, salah satu pemilik grup Astra International bersama William Soeryadjaya. Saudaranya, Boy Thohir, adalah seorang bankir investasi. Ia juga memiliki kakak perempuan bernama Rika. Pada tahun 1993 Erick lulus dari program Master untuk Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, sebelumnya ia memperoleh gelar sarjana di (Bachelor of Arts) diperoleh dari Glendale University. Setelah kembali ke Indonesia, bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy, ia mendirikan Mahaka Group. Perusahaan yang dipimpinnya membeli Republika pada tahun 2001 saat berada di ambang kebangkrutan. Saat itu Ercick belum berpengalaman di bisnis media, ia mendapat bimbingan dari ayahnya serta Jakob Oetama dari Kompas dan Dahlan Iskan dari Jawa Pos. Erick menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, ia kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini. Selanjutany, Mahaka Group membeli Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia dengan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Media ini kemudian dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media. Erick juga tercatat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN). Hingga 2009, Grup Mahaka telah berkembang dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest. Sementara untuk bisnis media surat kabar: Sin Chew Indonesia dan Republika, Stasiun TV: JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio. Selain di bidang media Erick juga memiliki usaha dibidang periklanan, jual-beli tiket, serta desain situs web. Ia juga pendiri organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan “Dompet Dhuafa Republika” serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup, dan Beyond Media. Erick dikenal sebagai prang yang gemar olah raga bola basket, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Southeast Asian Basketball Association (SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan 2010–2014. Tahun 2012 Erick dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Tahun 2012, Thohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. Transaksi ini membuat dirinya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah ia membeli saham dari Philadelphia 76ers. Tahun 2013, Erick menawarkan dana sejumlah 250 hingga 300 juta Euro (2,8-3,2 triliun Rupiah) untuk membeli 80 persen saham dari klub sepak bola Italia Inter Milan setelah berdiskusi dengan pemiliknya, Massimo Moratti. Meskipun ia dan Moratti tidak mengakui bahwa pertemuan mereka berkaitan tentang rencana pembelian saham Internazionale Milano, namun sejumlah media di Italia mengabarkan bahwa Thohir sudah selangkah lagi mendapatkan 70% saham Inter. Pada hari Selasa, 15 Oktober 2013, Inter sudah resmi milik Erick Thohir. Thohir memiliki 70 persen saham Inter. Tidak disebutkan berapa nilai keseluruhan saham yang diakuisisi Thohir tersebut, namun kabarnya Thohir dan konsorsiumnya mengeluarkan dana sebesar Rp3,9 triliun untuk akuisisi tersebut. Pada hari Jum’at, 15 November 2013, Thohir resmi menjabat sebagai presiden klub Inter Milan yang baru menggantikan Moratti, sementara Moratti menjadi Presiden Kehormatan Inter.

Read more at http://uniqpost.com/profil/erick-thohir/
Baca selengkapnya.....

Followers